
ELCIPIdotCOM – Merajut Kembali Asa di Sawangan: Momentum Halal bi Halal PETA 2026 | DEPOK – Suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat akan nilai kebersamaan menyelimuti kediaman Bang Sofian Huri di kawasan Sawangan, Depok, pada hari Minggu, 19 April 2026. Para anggota dan simpatisan dari komunitas Persaudaraan Tanpa Atap (PETA) berkumpul dalam sebuah agenda penting bertajuk Halal bi Halal. Momentum ini bukan sekadar ajang silaturahmi rutin tahunan guna saling bermaaf-maafan pasca-Idulfitri, melainkan sebuah titik balik strategis untuk merajut kembali simpul-simpul persaudaraan yang sempat merenggang akibat kesibukan dan dinamika kehidupan masing-masing anggota.

Komunitas PETA bukanlah sebuah perkumpulan yang lahir begitu saja. Komunitas ini memiliki akar sejarah yang cukup panjang dan emosional, berawal dari Great Community Application Car (GCAC)—sebuah wadah solid yang dulunya menaungi para pengemudi taksi daring (driver online, khususnya Grabcar dan Gocar).
Semangat solidaritas di jalanan yang sempat mengalami pasang surut hingga terputus pada sekitar tahun 2024, kini coba dibangkitkan dan dinyalakan kembali melalui PETA. Transformasi ini membawa angin segar, di mana PETA hadir sebagai evolusi dari rasa rindu akan kebersamaan di aspal, yang kini dilebur menjadi ikatan persaudaraan yang jauh lebih luas, inklusif, dan tanpa sekat birokratis yang kaku.
Acara yang dihelat di kawasan Sawangan tersebut terasa semakin istimewa berkat sambutan hangat dari tuan rumah sekaligus salah satu inisiator utama pembentukan PETA, Bang Sofian Huri. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas antusiasme rekan-rekan seperjuangan yang meluangkan waktu untuk hadir.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara yang telah meluangkan waktu untuk hadir di Sawangan. Kehadiran kalian adalah bukti nyata bahwa api persaudaraan kita belum padam. Bagi rekan-rekan yang belum sempat hadir kali ini, pintu rumah dan hati kami selalu terbuka. Mari kita sambung kembali apa yang sempat terputus, karena kekuatan sejati PETA ada pada kebersamaan kita,” ujar Bang Sofian dengan penuh semangat.
Apresiasi senada juga diungkapkan oleh Bang Yana Yandilana, yang juga bertindak sebagai sesama inisiator komunitas. Beliau menyampaikan rasa terima kasih khusus kepada Bang Sofian Huri atas jamuan istimewa yang diberikan. Menurut Bang Yana, suguhan dan fasilitas yang dipersiapkan oleh tuan rumah berhasil melengkapi kehangatan diskusi serta perbincangan nostalgia para anggota yang hadir hari itu.
Peran Sentral dan Salam Takzim dari Kang Bar Mawan (Founder & CEO ELCIPIdotCOM)
Meskipun diselimuti suasana kebersamaan yang meriah, momentum berharga ini juga diwarnai oleh ketidakhadiran salah satu figur penting dalam lingkaran komunitas, yakni Kang Bar Mawan.

Bagi keluarga besar PETA, Kang Bar Mawan dikenal luas bukan hanya sebagai anggota, melainkan juga sebagai Founder dan CEO ELCIPIdotCOM—sebuah platform media informasi properti terkemuka di wilayah Jabodetabek dan Karawang. Perjalanan hidup, jatuh bangun di lapangan, serta pengalaman organisasi Kang Bar Mawan menjadi salah satu fondasi penting yang membentuk karakter solid di dalam komunitas ini. Komunitas PETA diakui beliau sebagai bagian krusial yang mengantarkannya hingga mencapai titik kesuksesan saat ini sebagai pemimpin di dunia media dan properti digital.
Karena keterdesakan waktu serta kesibukan profesional yang tidak bisa ditinggalkan, Kang Bar Mawan terpaksa berhalangan hadir secara langsung di tengah-tengah acara di Sawangan. Kendati demikian, beliau tetap menitipkan salam takzim, doa terbaik, serta dukungan penuh agar PETA terus berjaya, solid, dan mampu memberikan dampak positif bagi seluruh anggotanya di masa depan.
Wejangan Bermakna dari Tokoh Senior: Romo Fahyudi
Kemeriahan dan kekhidmatan acara semakin lengkap tatkala Romo Fahyudi, selaku sosok yang dituakan dan dihormati di dalam komunitas, memberikan pandangan serta wejangannya. Di hadapan para anggota yang menyimak dengan seksama, Romo Fahyudi menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam merawat sebuah komunitas.

“Komunitas itu pada hakikatnya seperti sebuah rumah. Meskipun dinamakan ‘Tanpa Atap’ secara fisik, ia harus mampu menjadi pelindung bagi setiap anggotanya dari rasa asing dan kerasnya kehidupan di jalanan. Kesan saya hari ini, semangat kalian masih luar biasa seperti dulu. Pesan saya sederhana: jaga terus kerukunan ini. Jangan pernah biarkan ego pribadi atau kelompok kecil merusak persaudaraan besar yang telah kita bangun bersama selama bertahun-tahun,” tutur Romo Fahyudi penuh makna.
Menatap Masa Depan PETA dengan Optimisme Baru
Menjelang akhir acara, rangkaian kegiatan Halal bi Halal di Sawangan ditutup dengan sesi ramah tamah, diskusi ringan mengenai masa depan komunitas, serta sesi foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan.
Penyelenggaraan acara ini diharapkan mampu menjadi pengingat kuat bagi seluruh anggota—baik mereka yang masih aktif maupun yang sempat vakum—bahwa PETA selalu menjadi rumah tempat pulang untuk saling mendukung. Dengan semangat baru di tahun 2026 ini, PETA siap melangkah lebih jauh dengan semboyan kebanggaan mereka: Persaudaraan Tanpa Batas, Persaudaraan Tanpa Atap!
Leave a Comment